30 C
Jakarta
Jumat, 2 Desember 2022

Mega Galau, Andianto: Pilpres Dukung Ganjar, Jokowi Ketum PDIP

Haluannkri.com - Poros Prabowo Puan menilai dukungan...

Perusahaan Asal Singapura Akan Kelola Migas di Aceh, Widi Isman: Harus Dikaji Ulang

Haluannkri.com - Widi Isman selaku Generasi Simeulue...

Tragedi Maut Stadion Kanjuruhan Malang, PTKP Badko HMI : Pecat Semua Pemangku Kebijakan

Haluannkri.com – Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (PTKP Badko HMI Jabodetabeka-Banten), Yogi, kecam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin, yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia akibat sesak nafas.

“Semua pihak mulai dari Kemenpora, PSSI, Panpel, hingga Kepolisian, harus bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan ini,” ucap Yogi, pada hari Senin 3/10/2022.

“Kejadian ini sangat disayangkan, sepak bola yang seharusnya menjadi olahraga dan hiburan masyarakat Indonesia, malah menjadi tragedi kemanusiaan yang mengakibatkan tewasnya 174 orang, dari data ini masih banyak lagi dalam kondisi kritis,” tambahnya.

READ :   Bambang Soesatyo Dilaporkan ke MKD Dugaan Bela Irjen Ferdy Sambo

Semua pihak seakan saling menyalahkan, Polres Malang menyatakan telah meminta kepada pihak penyelenggara dalam hal ini PSSI, untuk mengganti waktu pertandingan disore hari dan mengurangi jumlah penonton.

Lebih lanjut, pihak penyelenggara tetap adakan pertandingan dimalam hari dan tidak mengurangi jumlah penonton. Ketua Umum PSSI Muhammad Iriawan harus merespon isu ini agar tidak menjadi bumerang untuk olahraga sepak bola Indonesia.

“Ia minta Ketum PSSI Iriawan, untuk merespon adanya perubahan jadwal pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, hingga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisan dalam pertandingan juga menjadi sorotan. Pasalnya, sesuai dengan regulasi FIFA tidak diperbolehkan untuk membawa senjata gas air mata didalam stadion.

READ :   Quotex Investasi Bodong, Bareskrim Naikkan Kasus Doni Salmanan Ke Penyidikan

Tetapi fakta yang terjadi senjata gas air digunakan pihak kepolisian masuk kedalam stadion dan diduga kuat korban yang meninggal dunia maupun yang masih kritis diakibatkan oleh tembakan gas air mata dari kepolisian.

“Ini menjadi catatan penting bagi kepolisian dan memperburuk citra Polri sebab kejadian ini telah memakan banyak korban jiwa,” tegasnya.

Selain itu, Yogi juga minta kepada pihak Komnas HAM agar cepat melakukan investigasi atas peristiwa berdarah tersebut. Kemudian, ia berharap Kapolri Listyo Sigit Prabowo segera mencopot Kapolda Jawa Timur. Tidak hanya itu, Ketua umum PSSI layak dicopot akibat kejadian ini.

READ :   Harga BBM Naik : HMI Komisariat Universitas Jayabaya Lakukan Demonstrasi

“Kapolri segera periksa Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, dan Ketum PSSI juga layak dicopot dari jabatannya atas kejadian di Stadion Kanjuruhan hingga menyebabkan banyak suporter meregang nyawa,” katanya.

Atas peristiwa ini, Yogi berharap agar Kemenpora, PSSI maupun Kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini dan mengevaluasi pelaksanaan pertandingan sepak bola di Indonesia. Hal ini juga untuk menangkal banyaknya isu-isu liar atas kejadian ini. “Apapun tidak dibenarkan jika telah merenggut nyawa manusia,” pungkasnya.

BERITA TERBARU

BERITA LAINNYA

Pusat Kajian Demokrasi dan Konstitusi (Pus D Kon) Gelar Launching dan Seminar Nasional ‘Konstitusi Sebagai Peta Jalan Demokrasi Di Indonesia’

Haluannkri.com - Pakar Hukum Tata Negara Dr. Hamrin, S.H., M H., M.Si (Han)., CPMHRP., CMSCFP dan Tim, adakan acara ‘Syukuran Launcing dan Seminar Nasional’...

Sejumlah Aktivis Tidak Terima Dengan Tuduhan Pemerasan, Ancam Akan Laporkan Anggota DPR ke MKD

Haluannkri.com - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam kordinator aliansi masyarakat untuk keadilan (ALAMANAK) pimpinan M. Rais tidak terima atas tuduhan yang dilontarkan pada diri...

Kejaksaan Agung Memeriksa Tiga Orang Saksi Terkait Perkara Pt. Waskita Beton Precast, Tbk

Haluannkri.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah melakukan pemeriksaan pada 3 (tiga) orang...

Perluas Wawasan Antikorupsi, Uniwara Pasuruan Belajar Langsung ke KPK

Haluannkri.com - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali disambangi oleh para mahasiswa yang ingin belajar langsung soal antikorupsi. Pada September 2022, puluhan mahasiswa datang dari Universitas...