30 C
Jakarta
Jumat, 2 Desember 2022

Mega Galau, Andianto: Pilpres Dukung Ganjar, Jokowi Ketum PDIP

Haluannkri.com - Poros Prabowo Puan menilai dukungan...

Perusahaan Asal Singapura Akan Kelola Migas di Aceh, Widi Isman: Harus Dikaji Ulang

Haluannkri.com - Widi Isman selaku Generasi Simeulue...

Ahmad Ramadhan : Status SU Sudah Jadi Tersangka Sebelum Penangkapan, Bukan Terduga

Haluannkri.com – Tagar #PrayForDokterSunardi per-Jumat sore 11/3 menjadi trending topik nomor 1 di lini masa Twitter Indonesia dan per-Sabtu malam, Pukul 1.00 WIB 12/03 tagar itu kemudian hilang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Haluannkri, Dokter SU mendadak jadi pembicaraan usai dirinya ditembak mati oleh Densus 88 atau Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian.

Atas kejadian itu mengundang banyak komentar dari para pengguna Twitter. Salah satunya datang dari @Jul3aRhma3 yang mengatakan “Stigma framing teroris gampang disematkan pada pendakwah-pendakwah Islam. Masih terduga kenapa meski dibunuh dgn dalih melakukan perlawanan? Ga masuk akal, kondisi sakit dan jalan pake tongkat,” ujarnya, dikutip Sabtu 12/03/2022.

READ :   Komnas HAM Ungkap Temuan Baru Kasus Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Menanggapi komentar dari orang-orang tersebut Polri angkat bicara kenapa sampai petugas Densus 88 memulumpuhkan SU.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan rentetan kejadian yang menyebabkan tersangka teroris SU tewas di tempat.

Menurut Ahmad, saat penangkapan, polisi telah memperkenalkan diri dan bermaksud menahannya di jalan. Namun SU tidak langsung berhentikan kendaraannya.

“Saat penangkapan, petugas mencoba menghentikan kendaraan yang dikemudikan tersangka. Dan petugas sudah memperkenalkan diri, serta menyatakan maksud dan tujuan,” ujar Ahmad dalam Siaran Persnya, dikutip Sabtu 12/03/2022.

READ :   Alasan Kepolisian Melumpuhkan Terduga Teroris JI yang Meninggal Di Sukoharga

Namun kata Ahmad, SU justru melakukan perlawanan secara agresif kepada polisi yang hendak menangkapnya. Ahmad menjelaskan bahwa SU mencoba menabrakkan mobilnya ke arah polisi yang menghentikannya.

Mengetahui hal itu tambah Ahmad, tersangka melakukan perlawanan dengan agresif, menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentikan tersangka.

Walaupun demikian, Ahmad menyampaikan bahwa pihaknya masih berupaya melakukan komunikasi dengan SU dengan cara menaiki bak belakang mobil tersangka. Mengetahui hal tersebut kata dia, SU diduga sengaja berkemudi dengan membanting setir kiri-kanan dengan niat mencelakakan petugas.

READ :   Polri Fokus Tangani Kasus Kematian Brigadir Yosua, Abaikan Isu Konsorsium Judi Online 303

“Tersangka tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kiri ke kanan atau zigzag, yang tujuannya untuk menjatuhkan petugas yang ada di belakang,” tutur Ahmad.

Berkaitan dengan status SU terduga atau tersangka. Ahmad menegaskan, saat penangkapan, SU sudah berstatus tersangka.

“Sebelum dilakukan penangkapan, status saudara SU adalah tersangka tindak pidana terorisme, bukan terduga,” tegas Ahmad Ramadhan.

BERITA TERBARU

BERITA LAINNYA

Pusat Kajian Demokrasi dan Konstitusi (Pus D Kon) Gelar Launching dan Seminar Nasional ‘Konstitusi Sebagai Peta Jalan Demokrasi Di Indonesia’

Haluannkri.com - Pakar Hukum Tata Negara Dr. Hamrin, S.H., M H., M.Si (Han)., CPMHRP., CMSCFP dan Tim, adakan acara ‘Syukuran Launcing dan Seminar Nasional’...

Tragedi Maut Stadion Kanjuruhan Malang, PTKP Badko HMI : Pecat Semua Pemangku Kebijakan

Haluannkri.com - Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (PTKP Badko HMI Jabodetabeka-Banten), Yogi, kecam tragedi kerusuhan di Stadion...

Sejumlah Aktivis Tidak Terima Dengan Tuduhan Pemerasan, Ancam Akan Laporkan Anggota DPR ke MKD

Haluannkri.com - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam kordinator aliansi masyarakat untuk keadilan (ALAMANAK) pimpinan M. Rais tidak terima atas tuduhan yang dilontarkan pada diri...

Kejaksaan Agung Memeriksa Tiga Orang Saksi Terkait Perkara Pt. Waskita Beton Precast, Tbk

Haluannkri.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah melakukan pemeriksaan pada 3 (tiga) orang...